Bioremediasi

Pengertian :
Bioremediasi merupakan pengembangan dari bidang bioteknologi lingkungan dengan memanfaatkan proses biologi dalam mengendalikan pencemaran. Bioremediasi bukanlah konsep baru dalam mikrobiologi terapan, karena mikroba telah banyak digunakan selama bertahun-tahun dalam mengurangi senyawa organik dan bahan beracun baik yang berasal dari limbah rumah tangga maupun dari industri. Hal yang baru adalah bahwa teknik bioremediasi terbukti sangat efektif dan murah dari sisi ekonomi untuk membersihkan tanah dan air yang trekontaminasi oleh senyawa-senyawa kimia toksik atau beracun.
Mikroba yang sering digunakan dalam proses bioremediasi adalah bakteri, jamur, yis, dan alga. Degradasi senyawa kimia oleh mikroba di lingkungan merupakan proses yang sangat penting untuk mengurangi kadar bahan-bahan berbahaya di lingkungan, yang berlangsung melalui suatu seri reaksi kimia yang cukup kompleks. Dalam proses degradasinya, mikroba menggunakan senyawa kimia tersebut untuk pertumbuhan dan reproduksinya melalui berbagai proses oksidasi.

Pembahasan:
Pertumbuhan bakteri biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah nilai pH, suhu, nutrien, ketersediaan oksigen, dan faktor-faktor lainnya. Dari grafik profil pertumbuhan bakteri di atas, teramati bahwa pertumbuhan bakteri diantara perlakuan 1x dan 2x berbeda dengan blanko. Titik tertinggi pertama pertumbuhan mikroba terjadi pada pengambilan sampel III atau setelah masa inkubasi 9 hari. Perbedaan pertumbuhan tersebut diduga terjadi karena adanya perbedaan produksi biosurfaktan yang dihasilkan oleh konsorsium bakteri pada masing-msing perlakuan.  Biosurfaktan berperan dalam pembentukan emulsi minyak-media yang dapat dimanfaatkan oleh bakteri sebagai sumber karbon. Data tersebut didukung oleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai indeks emulsi (IE24) tercapai maksimal setelah inkubasi selama 5-10 hari. Selanjutnya titik tertinggi kedua tercapai pada pengambilan sampel VIII untuk perlakuan 1x dan 2x. Dengan semakin bertambahnya nilai absorban diharapkan sebagai indikasi pertambahan kepadatan mikroba semakin meningkat atau dengan kata lain konsorsium mikroba telah mampu memanfaatkan minyak mentah sebagai sumber karbon dalam melipat gandakan kepadatan sel dalam media uji tersebut. Rahman et al.

Bakteri dan cendawan diketahui mampu mendegradasi hidrokarbon (Swannell & Head 1994). Di antara bakteri yang dikenal mampu mendegradasi hidrokarbon yaitu Bacillus. Bacillus merupakan bakteri pembentuk spora yang bersifat kosmopolit dan memerlukan syarat hidup yang sederhana, aerob dan fakultatif anaerob, selnya berbentuk batang, memproduksi katalase, dan bersifat gram positif (Claus & Barkley 1980). Irianto & Anggorowati 1997 serta Irianto & Andriani 1998 berhasil mendapatkan beberapa isolat Bacillus yang mampu mendegradasi hidrokarbon alifatik, sildik, dan aromatik. Bahan-bahan yang digunakan dalam penellitian ini, antara lain Bacillus UK41 dan Bacillus UK44 diisolasi dan Taman Nasional Ujungkulon. Tanah yang digunakan dalam penelitian mi berasal dan lokasi pengeboran minyak Lemigas di Cepu. Tanah sebanyak 500 g ditambahi akuades steril sehingga menjadi bubur dan ditempatkan dalam ember plastik tanpa aerasi. Dalam penelitian ini disiapkan sebanyak 48 ember. Masing-masing lumpur ditambahi 0.25% urea. Karakteristik unggul antara lain tumbuh pada media kaldu nutrien pada pH 5.0-9.5 dan suhu 15°-50°C, mampu menggunakan sumber karbon berbagai jenis KR antara lain glukosa, laktosa galaktosa, xilosa, arabinosa, sukrosa serta turunan hidrokarbon toluena, heksana, benzena, dan nafthalena.

Sumber : Nainggolan, Carolina R. BIOREMEDIASI. Jurusan Kimia Universitas Negeri Medan
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Bioremediasi"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.